LAPORAN BATANG
BAB
I
PENDAHULUAN
I.1
Latar Belakang
Batang merupakan bagian yang muncul di permukaan
tanah, berbantuk lurus batang bambudan bulat dan terdiri dari ruas-ruas yang
dibatasi oleh sekat antar ruas (buku). Setiap bagian buku bambu (node) memiliki dua cincin, bagian bawah
disebut dengan cincin.Batang
monokotil biasanya tidak mengalami pertumbuhan sekunder, penebalan batang
biasanya dilakukan oleh meristem penebalan primer Pertumbuhan ini terjadi sebagai
aktifitas meristem pada bagian batang yang letaknya jauh di belakang meristem
apeks. Meristem ini disebut sebagai kambium pembuluh, tetapi sifatnya sangat
berbeda dengan pembuluh pada dikotil.kambium ini menghasilkan ikatan pembuluh
sekunder yang terpisah satu sama lain oleh jaringan parenkim. Ikantan pembuluh
yang dibentuk biasanya bertipe amfiversal.letak ikatan pembuluh sekunder lebih
teratur dibandingkan ikatan pembuluh primer.
Pertumbuhan
sekunder terjadi pada tumbuhan dikotil sebagai aktifitas kambium fasikuler dan
kambium intrafasikuler. Aktifitas kambium ini pada umumnya bersifat
bidereksional, ke arah luar menghasilkan floem sekunder dan ke arah dalam
menghailkan xilem sekunder. Di dalam floem maupun xilem sekunder terdapat
berkas-berkas parenkim ke arah radial. Parenkim ini disebut parenkim jari-jari
empulur.Pada beberapa tumbuhan, reaksi jaringan sebelumnya terdapat pembentukan
jaringan sekunder yang menyebabkan pertambahan diameter batang tampak jelas.
Pada Tilia reaksi terhadap pertumbuhan sekunder terjadi di daerah floem. Pada
daerah ini parenkim jari-jari empulur trampak melebar. Pelebaran jari-jari
empulur seperti ini disebut dilatasi jari-jari empulur.
Secara
anatomi, jaringan pada batang dapat dibagi menjadi jaringan dermal, jaringan dasar,
dan jaringan pembuluh. Epidermis biasanya terdiri dari satu lapisan sel dan
sering kali memiliki stomata dan trikoma. Sel-sel epidermis ini mampu melebar
ke arah tangensial dan mampu bermitosis. Sifat epidermis seperti ini amat
penting untuk merespon apabila terjadi tekanan sebagai akibat pertumbuhan
sekunder, stomata dapat hilang dan digantikan oleh lentisel. Lentisel merupakan
pori yang menghubungkan ruang antar sel dalam tumbuhan dengan dunia luar
setelah epidermis digantikan oleh periderm. Biasanya lentisel dibentuk di bawah
stomata. Felogen pada daerah lentisel membentuk jaringan pengisi, yaitu
jaringan dimana sel-sel tidak berlekatan satu sama lain. Kadang-kadang terdapat
jaringan penutup pada jaringan pengisi tersebut.
Di
epidermis terdapat daerah korteks. Korteks batang biasanya mengandung jaringan
parenkim. Sel-sel parenkim ini biasanya mengandung banyak kloroplas. Pada
korteks juga dapat ditemukan adanya jaringan kolenkim dan sklerenkim. Kedua
jaringan ini biasanya terdapat di bagian luar korteks. Disebelah bawah korteks
terdapat jaringan pembuluh. Batas antara korteks dan daerah jaringan pembuluh
kurang jelas, karena batang tidak memiliki endodermis sebagaimana pada akar.
Pada beberapa tumbuhan, sel-sel parenkim korteks bagian dalam dapat mengandung
pati. Sel-sel ini biasanya disebut sebagai seludang pati.
Jaringan
pembuluh berkembang dari prokambium yang dapat berpisah satu sama lain atau
membentuk silinder prokambium. Jaringan prokambium ini berdiferensiasi
membentuk floem dan xilem primer, sehingga terbentuklah
berkas-berkas ikatan pembuluh atau silinder pembuluh. Xilem terbentuk secara exarch dan floem secara endarch. Pada
tumbuhan dikotil dan coniferae, jaringan pembuluhh biasanya berbentuk silinder
berongga yang dibatasi oleh korteks di sebelah luar dan empulur di sebelah
dalam. Jaringan pembuluh ini dapar dibagi menjadi bagian-bagian yang
masing-masing disebut berkas ikatan pembuluh (vascular).
I.2
Tujuan Praktikum.
1.
Dapat mengetahui pengertian batang
2.
Dapat mengetahui anatomi batang
3.
Dapat mengetahui permukaan batang
4.
Dapat membedakan bentuk umum batang
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1 Mentimun (Cucumis
sativus)
2.1.1
Morfologi
Mentimun mempunyai
sulur dahan berbentuk spiral yang keluar di sisi tangkai daun. Sulur ketimun
adalah batang yang termodifikasi dan ujungnya peka sentuhan. Bila menyentuh
galah misalnya, sulur akan mulai melingkarinya. Dalam 14 jam sulur itu telah
melekat kuat pada galah itu. Kira-kira sehari setelah sentuhan pertama sulur
mulai bergelung, atau menggulung dari bagian ujung maupun pangkal sulur.
Gelung-gelung terbentuk mengelilingi suatu titik di tengah sulur yang disebut
titik gelung balik. Dalam 24 jam, sulur telah tergulung ketat.
2.1.2 Anatomi
Pada
batang mentimun, berkas pembuluh tersusun dalam suatu lingkaran sehingga
korteks terdapat di bagian luar lingkaran dan empulur di bagian dalam lingkaran.
Pada batang
ini, xilem
tersusun di bagian dalam lingkaran. Di antara floem dan xilem terdapat kambium
yang menyebabkan pertumbuhan sekunder pada batang mentimun. Kambium merupakan jaringan meristem lateral yang
berfungsi dalam pertumbuhan sekunder.
2.1.3 Ekologi
Mentimun cocok
ditanam di lahan yang jenis tanahnya lempung sampai lempung berpasir yang
gembur dan mengandung bahan organik. Mentimun membutuhkan pH tanah di kisaran
5,5-6,8 dengan ketinggian tempat 100-900 m dpl. Untuk pertumbuhan yang optimum
diperlukan iklim kering, sinar matahari yang cukup dengan temperatur optimal
antara 21 0 C – 30 0 C. sementara
untuk suhu perkecambahan biji optimal yang dibutuhkan antara 25 0 C –
35 0 C Kelembapan udara (RH) yang dikehendaki oleh tanaman
mentimun agar hidup dengan baik adalah antara 80-85%. Sementara curah hujan
optimal untuk budidaya mentimun adalah 200-400 mm/bln.
2.2
Jagung
(Zea Mays)
2.2.1 Morfologi
Tanaman
jagung mempunyai batang yang tidak bercabang, berbentuk silindris, dan terdiri
atas sejumlah ruas dan buku ruas. Batang
tanaman jagung beruas-ruas dengan jumlah 10-40 ruas.. Pada buku ruas terdapat
tunas yang berkembang menjadi tongkol. Dua tunas teratas berkembang menjadi
tongkol yang produktif. Batang memiliki tiga komponen jaringan utama, yaitu
kulit (epidermis), jaringan pembuluh (bundles vaskuler), dan pusat batang
(pith). Bundles vaskuler tertata dalam lingkaran konsentris dengan kepadatan
bundles yang tinggi, dan lingkaran-lingkaran menuju perikarp dekat epidermis.
2.2.2 Anatomi
Pada potongan melintang, jaringan epidermis
berbentuk persegi. Sel epidermal mengandung bagian kristal yang memanjang. Di dalam setelah jaringan
epidermis, terdapat jaringan sklerenkim yang tebal. Sklerenkim pada batang
saling berselang-seling dengan jaringan klorenkim. Sklerenkim sebagian
mengandung kumpulan sistem vaskular yang melingkari batang. Terdapat 3-5 sistem
vaskular yang mengitari batang. Bagian
sistem vaskular yang terluar merupakan yang terkecil. Bagian utama sistem vaskular
yangterdiri dari xilem dan floem menyebar di bagian dalam tengah pada batang. Sistem vaskular
yang berada di tengah tidak seluas sistem vaskular yang berada pada bagian
periferal (pinggir). Sistem vaskular yang terletak pada bagian tengah batang tidak
memiliki jaringan sklerenkim. Pada bagian tengah batang. Sklerenkim digantikan
oleh jaringan keran bernama parenkim
2.2.3 Ekologi
Jagung
merupakan tanaman daerah beriklim hangat dengan kelembaban mencukupi. Iklim
juga turut berperan dalam menentukan pertumbuhan dan produksi tanaman jagung.
Iklim yang tidak mendukung, misalnya banyak hujan badai dan angin ribut, akan
sangat berpengaruh pada pertumbuhan tanaman jagung. Suhu yang paling baik untuk
pertumbuhan jagung adalah antara 21-30 derajat celcius. Sedangkan untuk proses
perkecambahan jagung, yang paling tepat adalah antara suhu 21-27 derajat
celcius.
2.3
Kangkung
(Ipomoea reptan)
2.3.1
Morfologi
Batang kangkung tersusun atas sel aerinkim atau
parenkim aerob, batang kangkung berwarna hijau sehingga mengandung kloroplas.
Hal ini membuktikan bahwa batang kangkung juga melakukan fotosintesis. Pada
batang kangkung empulurnya mengalami perombakan(tidak terdapat empulur)
sehingga bagian tengahnya berlubang dan dibatasi oleh ruas (buku), hal ini
mendukung fungsinya sebagai tumbuhan air yang memiliki kemampuan untuk
mengapung.
2.3.2 Anatomi
Lapisan
dalam batang kangkung disusun oleh satu lapis epidermis. Daerah korteks disusun
oleh jaringan penguat yang berupa kolenkima dan parenkima. Jaringan kolenkima
terdiri dari 2-3 lapis sel, terletak di sebelah dalam epidermis. Parenkima
terdapat di sebelah dalam jaringan kolenkima. Lapisan endodermis masih tampak
jelas.
2.3.3 Ekologi
Tumbuhan kangkung
kebanyakan tumbuh di daerah tropis dan subtropis, beberapa tumbuh di daerah sedang
(Lawrence, 1951). Kangkung termasuk tumbuhan hidrofit yang sebagian tubuhnya di
atas permukaan air dan mempunyai rongga udara dalam batang.
2.4
Bambu
(Bambusa Sp)
2.4.1
Morfologi
Batang bambu berbentuk silindris,
berbuku-buku, beruas-ruas, berongga (ada pula yang masif), berdinding keras,
pada setiap buku terdapat mata tunas atau cabang. Warna batangnya biasanya
hijau dan jika sudah tua akan menguning atau cokelat. Tumbuhnya ke atas dan
tegak lurus (erectus). Batang-batang bambu muncul dari akar-akar rimpang yang
menjalar dibawah lantai. Batang-batang yang sudah tua keras dan umumnya
berongga, berbetuk silinder memanjang dan terbagi dalam ruas-ruas. Tinggi
tanaman bambu sekitar 0,3 m sampai 30 m. Diameter batangnya 0,25-25 cm dan
ketebalan dindingnya sampai 25 mm. Pada bagian tanaman terdapat organ-organ
daun yang menyelimuti batang yang disebut dengan pelepah batang. Biasanya pada
batang yang sudah tua pelepah batangnya mudah gugur. Pada ujung pelepah batang
terdapat perpanjangan tambahan yang berbetuk segi tiga dan disebut subang yang
biasanya gugur lebih dulu.
2.4.2
Anatomi
Pada
anatomi bambu terdapat kolom bambu yang terdiri atas sekitar 50% parenkim, 40% serta dan 10% sel penghubung
(Pembulu dan sieve tubes) Dransfield
dan wijaja (1995). parenkim dan sel penghubung lebih banyak ditemukan pada
bagian dalam dari kolom, sedangkan serat lebih banyak ditemukan pada bagian
luar. Sedangkan susunan serat pada ruas penghubung antara buku memiliki
kecenderungan bertambah besar dari bawa ke atas sementara parenkimnya
berkurang.
2.4.3
Ekologi
Bambu adalah
tanaman dengan laju pertumbuhan tertinggi di dunia, dilaporkan dapat tumbuh
100 cm dalam 24 jam.[Namun
laju pertumbuhan ini amat ditentukan dari kondisi tanah lokal, iklim, dan jenis
spesies. Laju pertumbuhan yang paling umum adalah sekitar 3 –10 sentimeters per
hari. Beberapa dari spesies bambu terbesar dapat tumbuh hingga melebihi
30 m tingginya, dan bisa mencapai diameter batang 15–20 cm.
Namun spesies tertentu hanya bisa tumbuh hingga ketinggian beberapa inci saja.
2.5 Markisa
(Artocarpus integra)
2.5.1 Morfoligi
Batang markisa
mempunyai batang kecil, langsing, dan panjang sekali.Batangnya merambat dengan
bantuan sulur berbentuk pilin (spiral). Bentuk batang : pada penampang
melintang dari tumbuhan ini adalah berbentuk segi empat. Dan jika dilihat dari
permukaannya, batang tumbuhan ini memperlihatkan sifat yang bermacam-macam.
Permukaan batangnya adalah seperti bersayap (alatus), biasanya pada batang yang
bersegi, tetapi pada sudut-sudutnya terdapat pelebaran yang tipis.
2.5.2 Anatomi
Pada batang markisa, berkas pembuluh tersusun dalam suatu lingkaran sehingga
korteks terdapat di bagian luar lingkaran dan empulur di bagian dalam
lingkaran. Pada batang ini, xilem
tersusun di bagian dalam lingkaran. Di antara floem dan xilem terdapat kambium
yang menyebabkan pertumbuhan sekunder pada batang markisa. Kambium merupakan jaringan meristem lateral yang
berfungsi dalam pertumbuhan sekunder.
2.5.3
Ekologi
Tanaman markisa dapat tumbuh dimana
saja, baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi. Akan tetapi lebih banyak
menghasilkan kalau ditanam di dataran tinggi. Tempat yang cocok bagi tanaman
ini antara 600-1400 m di atas permukaan
laut bagi. Tanaman ini juga membutuh kan sinar matahari yang cukup serta angin
untuk persarian. Akan tetapi, angin yang sangat keras kurang baik.
2.6 Rumput Teki (Cyperus rotundus L.)
2.6.1 Morfologi
Batang Rumput teki tumbuh tegak, berbentuk
segitiga, berongga kecil dan agak lunak, tingginya 10-30 cm dan penampangnya
1-2 mm. membentuk umbi di pangkal batang, membentuk rimpang panang yang dapat
membentuk tunas baru, daun-daun terdapat di pangkal batang.
2.6.2 Anatomi
Anatomi rumput teki
mempunyai jaringan epidermis yang terdiri dari selapis sel dan jaringan
korteks karena mampu menyimpan
persediaan air di batangnya. Batang tanaman ini mampu menampung volume air yang
besar sehingga memiliki bentuk batang yang segi tiga.
2.6.3
Ekologi
Pada tumbuhan rumput teki
lebih baik tumbuh dihalaman dan ladang-ladang pada ketinggian
sekitar 1300 m di atas permukaan laut atau pada daerah semi-gurun, padang
rumput kering, hutan meranggas,
atau padang rumput. Dan pada umumnya,
tumbuhan di daerah beriklim tropis
dan subtropis.
BAB III
METODOLOGI
3.1
Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan diLaboraturium Tanah dan
Konservasi Lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Muslim Indonesia pada hari
minggu tanggal 17 November 2013 jam
08:00 -14:45 WITA
3.2
Alat dan Bahan
3.2.1 Alat
3.2.2 Bahan
|
Batang Markisa
|
|
Batang Jagung
|
|
Batang Bambu
|
Batang
Mentimun
|
|
Batang
Kangkung
|
3.3
cara Kerja
1. Menyiapkan alat dan bahan yang
dibutuhkan.
2.
Menyiapkan
bahan (batang tumbuhan) diatas meja.
3.
Mengamati
kemudian gambar batang tersebut pada buku gambar.
4. Kemudian memberikan keterangan pada
gambar berupa klasifikasi tanaman dan bagian- bagiannya.
5. Terakhir merendam dengan menggunakan
alkohol kemudian keringkan.
6.
Ditempel
pada buku gambar daun tanaman yang telah diawetkan.
BAB
IV
HASIL
PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
4.1
Hasil Pengamatan
No
|
Gambar
|
Keterangan
|
||
1.
|
Batang
Mentimun
|
Mentimun (Cucumis
sativus)
|
||
Kingdom
Subkingdom
Super
Divis Divisi
Kelas
Sub
Kelas
Ordo Famili Genus Spesies |
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
|
Plantae
Tracheobionta
Spermatophyta
Angiospermae Dicotyledonae
Dilleniidae
Violales Cucurbitaceae
Cucumis
Cucumis sativus L
|
||
2
|
Batang Jagung
|
BatangJagung
( Zea mays L.)
|
||
Kingdom
Subkingdom
Super
Divisi
Divisi
Kelas
Sub
kelas
Ordo
Famili
Genus
Speis
|
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
|
Plantae
|
||
No
|
Gambar
|
Keterangan
|
||
3.
|
Batang
Markisa
|
Batang markisa
(Passiflora
quadrangularis L.)
|
||
Kingdom
Super Devisi
Devisi Kelas
Ordo Famili Genus Spesies |
:
:
:
:
:
:
:
:
|
Plantae
Tracheobionta
Spermatophyta Dicotyledonea Parietales
Passifloraceae
Passitlora
Passiflora quadrangularis L
|
||
4.
|
Batang
rumput teki
|
Batang rumput teki (Ciperus rotundus)
|
||
Kingdom
Divisi
Sub Devisi
Kelas
Ordo
Famili Genus Spesies |
:
:
:
:
:
:
:
:
|
Plantae
Spermatophyta
Angiospermae
Monocotilae
Cyperales
Cyperaceae
Cyperus
Ciperus rotundus
|
||
5.
|
Batang
kangkung
|
Batang Kangkun (Ipomoea reptans)
|
||
Kingdom Divisi
SubDivisi Kelas
Ordo Famili Genus Spesies |
:
:
:
:
:
:
:
:
|
Plantae
Spermatophyta
Angiospermae
Dicotilae
Tubiflorae
Convolvulaceae
Ipomoea
Ipomoea reptans
|
||
6.
|
Batang
bambu
|
Batang bamboo (Banbusa sp)
|
||
Kingdom
Divisi
Sub Devisi
Kelas
Ordo
Famili Genus Spesies |
:
:
:
:
:
:
:
:
|
Plantae
Spermatophyta
Angiospermae
Monocotilae
Poaeles
Poaeles
Bambusa
Bambusa sp
|
||
4.2 Pembahasan
4.2.1.
Mentimun (Cucumis sativus)
Mentimun mempunyai
sulur dahan berbentuk spiral yang keluar di sisi tangkai daun. Sulur ketimun
adalah batang yang termodifikasi dan ujungnya peka sentuhan. Bila menyentuh
galah misalnya, sulur akan mulai melingkarinya. Dalam 14 jam sulur itu telah
melekat kuat pada galah itu. Kira-kira sehari setelah sentuhan pertama sulur
mulai bergelung, atau menggulung dari bagian ujung maupun pangkal sulur. Gelung-gelung
terbentuk mengelilingi suatu titik di tengah sulur yang disebut titik gelung
balik. Dalam 24 jam, sulur telah tergulung ketat. Pada batang mentimun, berkas pembuluh tersusun dalam suatu lingkaran sehingga
korteks terdapat di bagian luar lingkaran dan empulur di bagian dalam lingkaran.
Pada batang
ini, xilem
tersusun di bagian dalam lingkaran. Di antara floem dan xilem terdapat kambium
yang menyebabkan pertumbuhan sekunder pada batang mentimun. Kambium merupakan jaringan meristem lateral yang
berfungsi dalam pertumbuhan sekunder. Pada batang mentimun, berkas pembuluh tersusun dalam suatu lingkaran sehingga
korteks terdapat di bagian luar lingkaran dan empulur di bagian dalam lingkaran.
Pada batang
ini, xilem
tersusun di bagian dalam lingkaran. Di antara floem dan xilem terdapat kambium
yang menyebabkan pertumbuhan sekunder pada batang mentimun. Kambium merupakan jaringan meristem lateral yang
berfungsi dalam pertumbuhan sekunder.
4.2.2 Batang jagung (Zea Mays)
Tanaman jagung mempunyai batang yang tidak bercabang, berbentuk silindris, dan
terdiri atas sejumlah ruas dan buku ruas.
Batang tanaman jagung beruas-ruas dengan jumlah 10-40 ruas.. Pada buku
ruas terdapat tunas yang berkembang menjadi tongkol. Pada potongan melintang,
jaringan epidermis berbentuk persegi. Sel epidermal mengandung bagian kristal
yang memanjang. Di dalam setelah
jaringan epidermis, terdapat jaringan sklerenkim yang tebal. Sklerenkim pada
batang saling berselang-seling dengan jaringan klorenkim. Sklerenkim sebagian
mengandung kumpulan sistem vaskular yang melingkari batang. Terdapat 3-5 sistem
vaskular yang mengitari batang. Jagung merupakan tanaman daerah beriklim hangat
dengan kelembaban mencukupi. Iklim juga turut berperan dalam menentukan
pertumbuhan dan produksi tanaman jagung. Iklim yang tidak mendukung, misalnya
banyak hujan badai dan angin ribut, akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan
tanaman jagung. Suhu yang paling baik untuk pertumbuhan jagung adalah antara
21-30 derajat celcius. Sedangkan untuk proses perkecambahan jagung, yang paling
tepat adalah antara suhu 21-27 derajat celcius.
4.2.3
Batang
Kangkung (Ipomoea reptan)
Batang kangkung tersusun atas sel aerinkim atau
parenkim aerob, batang kangkung berwarna hijau sehingga mengandung kloroplas.
Hal ini membuktikan bahwa batang kangkung juga melakukan fotosintesis. Pada
batang kangkung empulurnya mengalami perombakan(tidak terdapat empulur)
sehingga bagian tengahnya berlubang dan dibatasi oleh ruas (buku), hal ini
mendukung fungsinya sebagai tumbuhan air yang memiliki kemampuan untuk
mengapung. Lapisan dalam batang kangkung disusun oleh satu
lapis epidermis. Daerah korteks disusun oleh jaringan penguat yang berupa kolenkima
dan parenkima. Jaringan kolenkima terdiri dari 2-3 lapis sel, terletak di
sebelah dalam epidermis. Parenkima terdapat di sebelah dalam jaringan
kolenkima. Lapisan endodermis masih tampak jelas. Tumbuhan ini kebanyakan tumbuh di
daerah tropis dan subtropis, beberapa tumbuh di daerah sedang (Lawrence, 1951).
Kangkung termasuk tumbuhan hidrofit yang sebagian tubuhnya di atas permukaan
air dan mempunyai rongga udara dalam batang.
4.2.4 Batang Bambu (Bambusa Sp)
Batang bambu berbentuk silindris, berbuku-buku,
beruas-ruas, berongga (ada pula yang masif), berdinding keras, pada setiap buku
terdapat mata tunas atau cabang. Warna batangnya biasanya hijau dan jika sudah
tua akan menguning atau cokelat. Tumbuhnya ke atas dan tegak lurus (erectus).
Batang-batang bambu muncul dari akar-akar rimpang yang menjalar dibawah lantai.
Batang-batang yang sudah tua keras dan umumnya berongga, berbetuk silinder
memanjang dan terbagi dalam ruas-ruas. Tinggi tanaman bambu sekitar 0,3 m
sampai 30 m. Diameter batangnya 0,25-25 cm dan ketebalan dindingnya sampai 25
mm. Kolom bambu terdiri atas sekitar 50% parenkim, 40% serta dan 10% sel
penghubung (Pembulu dan sieve tubes) Dransfield
dan wijaja (1995). parenkim dan sel penghubung lebih banyak ditemukan pada
bagian dalam dari kolom, sedangkan serat lebih banyak ditemukan pada bagian
luar. Bambu adalah tanaman
dengan laju pertumbuhan tertinggi di dunia, dilaporkan dapat tumbuh 100 cm
dalam 24 jam.[Namun laju pertumbuhan ini amat
ditentukan dari kondisi tanah lokal, iklim, dan jenis spesies. Laju pertumbuhan
yang paling umum adalah sekitar 3 –10 sentimeters per hari.
4.2.5 Batang markisa (Artocarpus integra)
Batang markisa mempunyai batang
kecil, langsing, dan panjang sekali.Batangnya merambat dengan bantuan sulur
berbentuk pilin (spiral). Bentuk batang : pada penampang melintang dari
tumbuhan ini adalah berbentuk segi empat. Dan jika dilihat dari permukaannya,
batang tumbuhan ini memperlihatkan sifat yang bermacam-macam. Permukaan
batangnya adalah seperti bersayap (alatus), biasanya pada batang yang bersegi,
tetapi pada sudut-sudutnya terdapat pelebaran yang tipis.
Pada batang markisa, berkas pembuluh tersusun dalam suatu lingkaran sehingga
korteks terdapat di bagian luar lingkaran dan empulur di bagian dalam
lingkaran. Pada batang ini, xilem
tersusun di bagian dalam lingkaran. Di antara floem dan xilem terdapat kambium
yang menyebabkan pertumbuhan sekunder pada batang markisa. Kambium merupakan jaringan meristem lateral yang
berfungsi dalam pertumbuhan sekunder. Tanaman markisa dapat tumbuh dimana saja, baik di dataran rendah maupun di
dataran tinggi. Akan tetapi lebih banyak menghasilkan kalau ditanam di dataran
tinggi. Tempat yang cocok bagi tanaman ini antara 600-1400 m di atas permukaan laut bagi.
4.2.6
Rumput
Teki (Cyperus rotundus L.)
Batang Rumput
teki tumbuh tegak, berbentuk segitiga, berongga kecil dan agak lunak, tingginya
10-30 cm dan penampangnya 1-2 mm. membentuk umbi di pangkal batang, membentuk
rimpang panang yang dapat membentuk tunas baru, daun-daun terdapat di pangkal
batang. Anatomi rumput teki mempunyai jaringan epidermis yang
terdiri dari selapis sel dan jaringan korteks
karena mampu menyimpan persediaan air di batangnya. Batang tanaman ini
mampu menampung. Pada tumbuhan rumput teki lebih baik
tumbuh dihalaman dan ladang-ladang pada ketinggian sekitar 1300 m di atas
permukaan laut atau pada daerah semi-gurun, padang
rumput kering, hutan meranggas,
atau padang rumput. Dan pada umumnya,
tumbuhan di daerah beriklim tropis
dan subtropis.
BAB
V
PENUTUP
5.1
Kesimpulan
1. Batang merupakan
bagian yang muncul di permukaan tanah, berbantuk lurus batang bambudan bulat
dan terdiri dari ruas-ruas yang dibatasi oleh sekat antar ruas (buku). Setiap
bagian buku bambu (node) memiliki dua
cincin, bagian bawah disebut dengan cincin.
2. Anatomi batang yaitu beberapa tumbuhan
sering kali tidak menampakkan batangnya karena ruas- ruasnya sangat pendek sehingga yang tampak di
atas tanah daun-daun yang berjejal-jejal. Tumbuhan yang tidak tampak batangnya
sering disebut dengan planta acaulis. Daun-daun pada tumbuhan ini tumbuh
membentuk roset daun sebagai contoh lidah buaya (Aloe vera), (jadam, Adam dan
Hawa), sawi (Brassica juncea). Batang pohon kelapa tumbuh ke atas tetapi pada
ujungnya ruas-ruasnya sangat pendek dan membentuk roset, tumbuhan demikian
disebut roset batang.
3. Permukaan Batang : Licin,
berusuk, beralur, bersayap
4.
Bentuk Umum Batang : Simetri radial, dorsipentral, bentuk
bundar, bentuk cakram bentuk kerucut
terbalik
5.2
Saran
Sebaiknya para praktikan menguasai materi sebelum
praktek sehinnga ketika melaksanakan respon pintu bisa menjawab selain itu juga
agar praktek bisa berjalan dengan baik.
AYAT YANG BERHUBUNGAN DENGAN BATANG
Surah al lukman
ayat 27
Artinya
:
Dan seandainya pohon-pohon di bumi
menjadi pena & laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut
(lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tak akan habis-habisnya (dituliskan)
kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(Q.S Lukman
: 27)
DAFTAR
PUSTAKA
http://s
ustainablemovement.wordpress.com/2011/12/27/anatomi-dan-morfologi-tanaman-jagung/
Cartono,Yusuf
Ibrahim. 2008. Anatomi Tumbuhan. Bandung: Prisma Press. Di
akses pada tanggal 18 November
2013
Suratman, Dwi Priyanto, dkk.2006. Analisis Keragaman
tanaman, Genus Ipomoea
Berdasarkan
Karakter Morfologi. Di akses pada 20 November 2013
Www.Scribd.com/doc/34804729/
Morfologi-bambu. Diakses 17 November2013
Betway NJ casino | DrmCMD
BalasHapusThere 진주 출장안마 is a huge amount of cash out from a single bet placed at Betway Casino, and more. You will 태백 출장마사지 need 삼척 출장안마 to pay a 전라북도 출장샵 Rating: 4.8 원주 출장샵 · Review by DrmCMD